Home News LPG 3 Kg Langka di Tanjungbalai, Plh Wali Kota dan Forkopimda Sidak SPBE hingga Pangkalan.

LPG 3 Kg Langka di Tanjungbalai, Plh Wali Kota dan Forkopimda Sidak SPBE hingga Pangkalan.

Muhammad Fadly Abdina turun langsung mengecek distribusi gas subsidi usai warga mengeluhkan kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 Kg di sejumlah wilayah Kota Tanjungbalai.

35
0
SHARE
LPG 3 Kg Langka di Tanjungbalai, Plh Wali Kota dan Forkopimda Sidak SPBE hingga Pangkalan.

Keterangan Gambar : Plh Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina bersama Forkopimda dan jajaran Pemko Tanjungbalai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBE dan fasilitas pengisian LPG 3 Kg di Kota Tanjungbalai guna memastikan distribusi gas subsidi tetap berjalan normal di tengah keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas melon, Selasa (2/6/2026).

WARTALINTASBATAS.MY.ID, TANJUNGBALAI – Kelangkaan LPG subsidi ukuran 3 kilogram (Kg) yang dikeluhkan masyarakat membuat Pemerintah Kota Tanjungbalai bergerak cepat. Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) dan pangkalan LPG, Selasa (2/6/2026).

Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk respons atas keresahan masyarakat yang kesulitan mendapatkan gas melon subsidi, bahkan di sejumlah titik disebut mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Dalam sidak itu, rombongan menyambangi beberapa lokasi SPBE di Kota Tanjungbalai, di antaranya PT Tomimaru Gasindo, PT Anugerah Tetap Jaga, dan PT Selina Jaya Sempurna guna memastikan kondisi distribusi LPG 3 Kg di lapangan.

Muhammad Fadly Abdina mengatakan, sidak dilakukan untuk mencari akar persoalan atas kelangkaan LPG 3 Kg yang belakangan membuat masyarakat kebingungan. Menurutnya, Pemerintah Kota Tanjungbalai perlu memperoleh data dan fakta secara langsung agar persoalan tidak berkembang menjadi keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas subsidi.

“Hasil pengecekan sementara menunjukkan tidak ada pengurangan distribusi LPG ukuran 3 kilogram dari pihak SPBE. Pengisian tabung tetap berjalan normal sesuai Delivery Order (DO) dari Pertamina dan sejauh ini belum ditemukan kendala penyaluran di tingkat agen,” ujar Fadly saat melakukan sidak di salah satu SPBE di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tanjungbalai.

Meski demikian, Pemko Tanjungbalai belum ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab utama kelangkaan gas melon tersebut. Pemerintah berencana melakukan pengecekan lanjutan ke seluruh agen dan pangkalan LPG aktif guna memastikan tidak adanya penyimpangan distribusi, penimbunan, maupun permainan harga oleh oknum yang memanfaatkan subsidi pemerintah demi keuntungan pribadi.

Fadly juga meminta masyarakat untuk aktif melaporkan apabila menemukan praktik penjualan LPG 3 Kg di atas harga wajar atau dugaan pelanggaran distribusi lainnya. Ia menegaskan, Pemko Tanjungbalai bersama aparat terkait akan mengambil langkah tegas apabila ditemukan pihak-pihak yang merugikan masyarakat di tengah situasi kelangkaan LPG subsidi tersebut.(WLB/ RG)