WARTALINTASBATAS.MY.ID, SUMATERAUTARA — Kinerja Kajati Sumut Harli Siregar kian mencuri perhatian publik. Dalam waktu kurang dari satu tahun sejak dilantik pada 16 Juli 2025, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara itu dinilai berhasil membawa perubahan signifikan dalam penegakan hukum. Apresiasi pun datang dari PWI Sumut dan JMSI Sumut yang menilai kepemimpinannya berdampak nyata terhadap transparansi, pemberantasan korupsi, serta kepercayaan masyarakat.
Ketua PWI Sumut Farianda Sinik dan Ketua JMSI Sumut Rianto menegaskan, capaian Kejati Sumut di bawah Harli Siregar bukan sekadar administratif, tetapi menyentuh aspek substansi penegakan hukum. Sepanjang 2025, Kejati Sumut meraih peringkat III nasional dalam Satuan Kerja Kompetisi Ber-AKHLAK serta mencatat nilai IKPA 98,18—indikator kuat tata kelola anggaran yang profesional dan akuntabel.
Di sektor keuangan dan tata kelola, Kejati Sumut juga masuk dalam 7 besar nasional penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP). Sementara di bidang intelijen, pengamanan 66 proyek strategis nasional dengan nilai mencapai Rp930,5 miliar dan USD 163 juta menjadi bukti konkret kontribusi kejaksaan dalam menjaga stabilitas pembangunan di daerah.
Tidak hanya itu, inovasi pendekatan keadilan restoratif (restorative justice) turut menjadi sorotan. Sebanyak 101 perkara berhasil diselesaikan melalui mekanisme tersebut, dengan 60 Rumah Restorative Justice telah terbentuk di berbagai wilayah Sumatera Utara. Pendekatan ini dinilai mampu menghadirkan keadilan yang lebih humanis sekaligus mempercepat penyelesaian perkara di tengah masyarakat.
Komitmen pemberantasan korupsi juga menjadi indikator utama keberhasilan. Sepanjang 2025, Kejati Sumut berhasil menyelamatkan kerugian negara lebih dari Rp435 miliar serta melelang aset hasil tindak pidana senilai Rp172,7 miliar—mengantarkan posisi peringkat I nasional dalam pemulihan aset. Memasuki 2026, tren positif berlanjut dengan penyelamatan Rp13 miliar dari kasus di Samosir serta langkah tegas dalam pengusutan dugaan korupsi proyek jalan tol Medan–Binjai.
PWI dan JMSI menilai, kedekatan Harli Siregar dengan insan pers menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem informasi yang terbuka dan kredibel. Berbagai agenda kolaboratif seperti olahraga bersama, buka puasa, hingga rencana Uji Kompetensi Wartawan (UKW) menunjukkan sinergi yang kuat antara kejaksaan dan media. Dengan capaian tersebut, Kinerja Kajati Sumut Harli Siregar dinilai tidak hanya memperkuat penegakan hukum, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.(WLB/ REL)










LEAVE A REPLY